PRINGSEWU COMMUNITY
Site menu
Tag Board
Our poll
Rate my site
Total of answers: 1
Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0
Main » 2010 » October » 8 » H. Ibrahim, Perajin Gazebo Bambu Pertama di Bandarlampung
8:28 AM
H. Ibrahim, Perajin Gazebo Bambu Pertama di Bandarlampung
Diminati Rumah Makan, Keuntungan Mencapai Rp10 Juta per Bulan
Di tangan orang awam, batang bambu mungkin tidak terlalu berguna. Namun di tangan H. Ibrahim (84), batang-batang ini mampu menghasilkan tempat yang artistik.

TUMPUKAN bambu berbagai ukuran menghiasi sebuah pondok di tepi Jalan Pangeran Emir M. Noor, Telukbetung Utara, Selasa (5/10). Meski kecil, tempat ini cukup nyaman untuk disinggahi. Apalagi, cuaca saat itu cukup panas.

Batang-batang bambu yang membentuk pondokan ini terlihat alami. Bambu itu dibiarkan polos tanpa cat. Saat Radar Lampung mendekat, seorang pria paruh baya menyambut. Belakangan, pria ini diketahui bernama H. Ibrahim.

Ia adalah pemilik tempat khusus pembuatan gazebo bambu. ’’Bisnis ini sudah saya lakoni sejak tiga tahun lalu,” kata pensiunan PNS itu.

Kali pertama terjun ke bisnis ini, dirinya hanya berjualan bambu. Berbagai jenis bambu pun ia jual. Ibrahim mendapatkan bambu-bambu itu dari daerah Pringsewu, Tanjungbintang, dan Kedondong.

Biasanya, sebatang bambu berukuran enam meter ia jual Rp13 ribu. Dari sana, ia sudah memperoleh keuntungan Rp3 ribu. Tetapi, harga itu tergantung jenis bambu yang dijual.

’’Dulu saya hanya jual dua jenis bambu, yaitu betung dan hitam,” kata bapak tujuh anak tersebut.

Namun seiring perkembangan zaman, bisnis bambu itu kian suram. Pemasukan tidak lagi sepadan dengan pengeluaran. Karenanya, Ibrahim lalu memutar otak untuk menghasilkan sesuatu dari bidang yang telah lama digelutinya ini.

Akhirnya, Ibrahim memutuskan untuk membuat gazebo dari bambu. ’’Saya yang pertama di Bandarlampung. Saya mulai membuat gazebo tahun 2007 sampai sekarang ini,” lanjutnya.

Dengan modal Rp20 juta, bisnis itu terus ia jalani dengan serius. ’’Untuk di Lampung, perkembangannya cukup baik karena saingannya sedikit dan tidak sebanyak di Jawa,” terangnya.

Menurutnya, untuk membuat sebuah gazebo ukuran 2 x 1 meter memerlukan sekitar 15 batang bambu. Itu masih ditambah delapan lembar geribik (anyaman bambu) batik untuk menutupi sisi-sisinya.

Untuk tiang gazebo, dirinya memilih bambu mayan besar dengan kualitas terbaik. ’’Empat bambu besar itu dipotong, lalu diikat menjadi bentuk segiempat. Baru atapnya dibuat dengan susunan bambu kecil. Terakhir, untuk menutupi sisinya dipasang anyaman geribik batik,” paparnya.

Guna mempercantik tampilan, seluruh permukaan bambu harus divernis. Dalam pengerjaannya, Ibrahim bersama seorang pekerja membutuhkan sepuluh hari untuk membuat sebuah gazebo. ’’Kadang kami kewalahan jika banyak pesanan. Untuk itu, saya berencana menambah pegawai,” ungkapnya.

Menurut Ibrahim, selain dari dalam kota, ada pula pembeli yang berasal dari luar kota seperti Palembang. Dari aktivitas ini, dalam sebualan Ibrahim dapat mengantongi keuntungan sekitar Rp10 juta.

’’Untuk gazebo ukuran 2 x 1 saya jual dengan harga Rp2 juta. Kalau ukuran 2 x 4 harganya Rp4 juta,” ujarnya.

Disinggung kalangan pemesannya, Ibrahim mengaku kebanyakan berasal dari pemilik rumah makan. ’’Selain masyarakat biasa, banyak rumah makan yang memesan kepada kami,” ungkapnya.


http://www.radarlampung.co.id/
Views: 2144 | Added by: PRISCO | Tags: PRISCO | Rating: 5.0/1
Total comments: 0
Name *:
Email *:
Code *:
Login form
Search
Calendar
«  October 2010  »
SuMoTuWeThFrSa
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31
Entries archive
Site friends
  • SMA Negeri 1 Pringsewu
  • SMA Xaverius Pringsewu
  • STMIK Pringsewu
  • Share This Site
    Fan Facebook
    Copyright MyCorp © 2017 Make a free website with uCoz